Ayo nglestarekno Budoyo Jowo ben ora ilang Soko Bumi Nusantoro


Orang Kok Suka Pamer

Aku sangat heran, bukankah ini adalah bulan yang penuh maaf. Tapi kenapa kok masih saja tetap saja ada orang pamer sana sini dan ini itu.

Dan aneh lagi, memamerkannya di hadapan orang yang tidak punya seperti saya. Kan jadinya lawan bicaranya hanya bisa bilang "iya..dan iya....".

Apa tidak kasihan dengan orang yang tidak mampu? Belum tentu semuanya seperti kamu kan? Masih banyak orang-orang di bawah kemampuamu dan tidak mampu menggapai.

Boleh saja kamu membeli rumah baru dan memnbeli mobil baru, tapi alangkah baik sekiranya menghormati orang-orang di sebelahmu. Tak tahu lagi jika kamu hidup sendiri.

Pintu maaf dan taubat masih tersedia, masih terbuka untuk kita. Marilah kita memohon maaf kepada Tuhan yang Maha Kuasa agar hidup kita lebih baik.

Jangan begitu ketika kamu di atas ya kawand. Bukankah masih ada orang-orang yang ada di atas kekayaanmu itu? Kasihan orang muskin yang kau pamerin, hanya bisa melongo saja.

Minal Aidzin Wal Faizin...
Mohon maaf Lahir dan Batin...


Tag : Berita
5 Komentar untuk "Orang Kok Suka Pamer"

sabar mas, semoga saja kita tidak seperti itu dan jangan somvong diatas di dunia dan semua itu milik Tuhan

Cukup dengarkan dan jawab dengan iya-iya, biar puas dan lega. Semoga saja diberi rezeki dan bisa membalas pamer.

Sabar ya kang, kadang manusia ada yanng tidak sadar diri, bahwa segala sesuatu itu hanya titipan sang ilahi.. Biarlah kang, karena roda selalu berputar yaa..

Banyak orang yang wataknya senang pamer seperti itu, kayak merasanya orang paling terkaya.

Biasanya, orang yang punya watak seperti itu hidupnya pas-pasan.
Kalau asli orang kaya kebanyakan malah diem dan bersahaja kata2nya, pakaiannya juga sederhana.

Mohon maaf lahir batin juga, semoga kita terhindar dari rasa pamer. Aamiin.

Back To Top