🔥 CATATAN PENTING DARI ADMIN (Update Agustus 2026):Artikel ini pertama kali saya tulis bertahun-tahun lalu dan alhamdulillah sudah dibaca lebih dari 134.000 orang. Matur nuwun!Supaya tetap menjadi rujukan terlengkap, saya perbarui dengan 55 contoh terkelompok, perbedaan dengan tembung saroja (yang sering tertukar), filosofi di balik kerata basa, dan tips membuat kerata basa sendiri. Monggo disimak!
| "Setiap kata punya cerita. Setiap cerita punya kebijaksanaan. 📖" |
📖 Apa Itu Tembung Kerata Basa?
Kerata basa (atau basuki) adalah teknik dalam bahasa Jawa untuk merangkai makna kata dengan memecahnya menjadi suku kata atau kata-kata lain yang membentuk kalimat bermakna
.
Contoh sederhana:
- Guru = digugu lan ditiru (dipercaya dan diikuti/dicontoh)
- Wanita = wani nata (berani mengatur/menata)
Jadi kerata basa bukan sekadar akronim — tapi seni merangkai cerita dan filosofi di balik sebuah kata.
Perbedaan dengan tembung saroja:
- Kerata basa: merangkai makna dari suku kata/kata yang dipecah (contoh: guru = digugu lan ditiru)
- Tembung saroja: menggabungkan dua kata searti untuk penekanan (contoh: gagah prakosa = sangat perkasa)
📋 55 Contoh Tembung Kerata Basa (Terkelompok)
👨👩👧👦 Keluarga & Hubungan (1-10)
🏠 Rumah & Kehidupan Sehari-hari (11-20)
🌾 Pertanian & Alam (21-30)
🎭 Karakter & Sifat Manusia (31-40)
🚗 Transportasi & Modern (41-50)
🎪 Budaya & Tradisi (51-55)
💡 Filosofi di Balik Kerata Basa
Kerata basa bukan sekadar permainan kata — ini adalah cara orang Jawa memahami dunia. Setiap kata diberi "cerita" yang mengandung nasihat, sindiran, atau kearifan.
Contoh:
- Garwa = sigaraning nyawa → Istri adalah belahan jiwa, bukan sekadar pasangan hidup
- Guru = digugu lan ditiru → Guru bukan hanya pengajar, tapi teladan yang harus diikuti
- Tumpeng = tumindak sing lempeng → Tumpeng bukan sekadar makanan, tapi simbol perbuatan lurus
Ini menunjukkan bahwa bahasa Jawa sangat kaya akan filosofi. Setiap kata bisa menjadi peluang untuk merenung.
🎯 Tips Membuat Kerata Basa Sendiri
Ingin mencoba membuat kerata basa? Ini caranya:
1. Pilih kata yang ingin diurai
Misalnya: "Sekolah"
2. Pecah menjadi suku kata atau bunyi yang bisa dirangkai
Sekolah → se-ko-lah
3. Cari kata atau frasa yang cocok dengan bunyi tersebut
- se = siji (satu)
- ko = kowe (kamu)
- lah = panggonan sinau (tempat belajar)
4. Rangkai menjadi kalimat bermakna
Sekolah = "siji kowe panggonan sinau" (satu tempat kamu belajar)
5. Pastikan maknanya masuk akal dan mengandung kearifan
Contoh latihan:
- Buku = "bocah kudu sinau" (anak harus belajar)
- Pensil = "piranti kanggo nulis sing penting" (alat menulis yang penting)
- Meja = "papan kanggo makarya" (tempat bekerja)
💭 Renungan Penjaga Toko
Setiap kali ada pelanggan yang bertanya tentang bahasa Jawa, saya selalu kagum dengan kecerdasan leluhur kita. Mereka tidak hanya memberi nama pada benda — mereka memberi makna dan cerita pada setiap kata.
Kerata basa mengajarkan kita bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tapi cermin cara berpikir. Orang Jawa melihat dunia dengan cara yang puitis, penuh simbol, dan sarat makna.
Mungkin itu sebabnya orang Jawa terkenal dengan filosofi hidupnya yang dalam — karena mereka terbiasa "membaca" makna di balik setiap kata.
💡 Penutup: Seni Merangkai Makna
Kerata basa adalah bukti bahwa bahasa Jawa bukan bahasa yang "kaku" — tapi bahasa yang hidup, kreatif, dan penuh kearifan. Setiap kata bisa menjadi puisi, setiap kalimat bisa menjadi nasihat.
Sugeng sinau, adik-adik! Monggo dicoba membuat kerata basa sendiri. Siapa tahu, dari permainan kata ini lahir kebijaksanaan baru yang bisa dibagikan ke orang lain.
🙏 Catatan Rendah Hati dari Admin: Admin blog ini bukan guru bahasa Jawa dan bukan ahli sastra. Saya hanyalah penjaga toko yang belajar dari buku-buku lama dan sesepuh. Jika para guru, sesepuh, atau teman-teman yang lebih paham menemukan varian atau koreksi, mohon sudi berbagi dengan lembut di kolom komentar. Matur nuwun!
📖 KAMUS KECIL
- Kerata basa — teknik merangkai makna kata dengan memecahnya menjadi suku kata atau kata-kata lain
- Basuki — nama lain untuk kerata basa
- Tembung saroja — penggabungan dua kata searti untuk penekanan (berbeda dari kerata basa)
- Akronim — singkatan yang dibentuk dari huruf atau suku kata awal
- Filosofi — pandangan hidup atau kebijaksanaan yang terkandung dalam sesuatu
Contohnya adalah kata "Anak", diartikan sebagai karep apa-apa kudu ana lan kepenak (ingin apa-apa harus ada dan enak). Wadeh...itu ya arti dari anak. Makanya banyak orangtua yang memanjakan anaknya.
Contoh lain adalah kata "Januari" yang artinya hujan setiap hari. Bisa saja kalian membuat dan menyngkat sendiri kata-kata dalam kehidupan sehari-hari, tak peduli bahasa Jawa, Minang, Sunda maupun lainnya.
Di sini ada beberapa contoh tembung keratabasa dan artinya.
1. Anak = karep apa-apa kudu ana lan enak.
2. Bapak = bap apa-apa pepak (banyak pengalamannya).
3. Batur = embat-embating tutur (bisa diajak musyawarah).
4. Bocah = yen mangan kaya kebo atau penggaweyane ora kecacah.
5. Brekat = dideleh mak breg terus diangkat.
6. Cangkem = yen ora dicangcang ora mingkem.
7. Cangkir = kanggo nyancang pikir.
8. Cengkir = kencengi pikir.
9. Denawa = ngeden hawa (ngumbar hawa nafsu).
10. Desember = gedhe-gedhene sumber.
11. Dongeng = dipaido ora mengeng.
12. Garwa = sigarane nyawa.
13. Gedhang = saged padhang, digeget bar madhang.
14. Gerang = segere wis arang-arang.
15. Guru = kena digugu lan ditiru.
16. Gusti = bagusing ati.
17. Januari = hujan tiap hari.
18. Kaji = tekade siji.
19. Kathok = diangkat sithok-sithok.
20. Kodhok = teko-teko langsung ndodok.
21. Kotang =sikute diutang.
22. Krikil = keri ing sikil.
23. Kuping = kaku njepiping.
24. Kupluk = kaku nyempluk.
25. Kursi = yen diungkurake banjur siji.
26. Ludruk = sikile gedrug-gedrud.
27. Maling = njupuk amale uwong sing ora eling.
28. Mantu = dieman-eman meksa metu.
29. Maratuwa = mara-mara ketemu tuwa.
30. November = ana sumber.
31. Oktober = untub-untube sumber.
32. Pebruari = yen mepe mburu ari.
33. Prawan = yen lelungan kudu awan.
34. Saru = kasar lan keliru.
35. Sejarah = sejane ngarah (di idul fitri).
36. Sekuter = Sambi sendheku mlayu banter.
37. Sepuh = sabdane ampuh.
38. Simah = isine omah.
39. Sinom = isih enom.
40. Isine rah.
41. Siti = isine bulu bekti.
42. Soper = yeng ngaso mampir ing warung.
43. Sruwal = saru yen nganti uwal.
44. Sulap = yen kesusu bakal kesulap.
45. Tandur = nata karo mundur.
46. Tapa = tataane kaya wong papa.
47. Tarub = ditata katon murub.
48. Tayub = ditata ben katon guyub.
49. Tebu = antebe kalbu.
50. Tepas = nitip napas.
51. Tuwa = untune wis rowa, nngenteni metune nyawa.
52. Wanita = wani ditata.
53. Wedang = dianggo gawe kadang.
54. Wedus = wuse ora tahu adus.
55. Weteng = ruwet tur peteng.
Guru artinya adalah orang yang bisa digugu lan ditiru (orang yang bisa dianut dan ditiru). Tapi sayangnya nama guru ini terkadang tercoreng oleh orang yang tak bisa menahan hawa nafsunya.
Ada beberapa nama bulan yang bisa diartikan diantaranya adalah januari, pebruari, dan yang terkenal adalah bulan desember yang artinya gede-gedene sumber (besar-besarnya sumber air).
Tag :
Kamus Jawa
5 Komentar untuk "55 Contoh Tembung Kerata Basa Lengkap: Seni Merangkai Makna dalam Bahasa Jawa [UPDATE 2026]"
Kata anak bisa sepanjang itu ya artinya ternyata 😁
Amiiin ...
Semoga setelah baca artikel mas Awan ini tiap bulan Desember kelakon dapet gede-gedene sumber rejeki.
Air identik dengan rejeki.
Tapi air juga bisa membahayakan jika terus menerus turun hujan.
Aku syuka sama bahasa guru, digugu dan ditiru.. Kaya di film dilan pas si dilan berantem sama guru karena gurunya tidak memberikan contoh yang baik, ternyata arti kata tersebut dari tembung kerata basa yaaa
Tebu = antebe kalbu. Gak ngerti sebenarya maskudnya, hehe
Ludruk yang aku tahu semacam pertunjukan kesenian loh mas apa aku salah ya?
"Silakan berkomentar dengan santun dan bijak. Diskusi yang sehat dimulai dari hati yang lapang. Mohon jangan menyertakan link aktif di kolom komentar untuk menjaga kenyamanan bersama."