Ayo nglestarekno Budoyo Jowo ben ora ilang Soko Bumi Nusantoro

-------

35 Cacade Awak Basa Jawa Terlengkap [UPDATE 2026 + Arti Indonesia & Catatan Budi Pekerti]

🔥 CATATAN PENTING DARI ADMIN (Update Agustus 2026):
Artikel ini pertama kali saya tulis bertahun-tahun lalu dan alhamdulillah sudah dibaca lebih dari 157.000 orang. Matur nuwun sanget!
Supaya tetap menjadi rujukan paling lengkap, daftar 35 cacade awak ini sekarang saya lengkapi dengan arti bahasa Indonesia untuk setiap istilah, plus catatan budi pekerti tentang cara memandang istilah ini dengan bijak. Monggo disimak!

Ilustrasi buku catatan lama dengan sketsa anatomi tubuh sederhana dan tulisan Jawa, nuansa belajar yang hangat.
"Bahasa yang teliti, hati yang halus. Pelajari istilahnya, jaga adabnya. 🤍"

📖 Apa Itu "Cacading Awak"?

Cacading awak (cacade awak) adalah istilah dalam bahasa Jawa untuk menyebut kondisi atau cacat pada anggota tubuh manusia. Materi ini diajarkan di sekolah bukan untuk mengejek, tapi untuk memperkaya kosakata dan memahami kekayaan bahasa Jawa yang punya sebutan khusus untuk hampir setiap kondisi tubuh.

📋 Tabel Lengkap 35 Cacade Awak + Artinya

No
Anggota Badan
Arane (Sebutan)
Arti / Kondisi
1
Bangkekane (pinggangnya)
bengbeng / mbembeng
kaku, bengkok
2
Brengose (kumisnya)
crapang
jarang dan tidak rapi
3
Bathuke (keningnya)
nonong, manyul
menonjol ke depan
4
Bokonge (pantatnya)
tepos, nyenthing
rata, empot
5
Cangkeme (mulutnya)
bisu, kokop, mlongo, perot, mrongos, mecucu, nyaprut
tidak bisa bicara; ternganga; mencong; menjorok; manyun
6
Celathune (cara bicaranya)
groyok, pelo
tidak jelas; cadel
7
Dhadhane (dadanya)
dhengkak, mingkus, dhadha manuk
cekung; menonjol seperti dada ayam
8
Drijine (jarinya)
bujel, kithing, siwil
bengkok; putus; tidak lengkap
9
Gegere (punggungnya)
bucu, dengek, sangkuk, wungkuk, wusu, bungkuk
bungkuk, melengkung
10
Gulune (lehernya)
panggel, pangel
kaku, pendek
11
Irunge (hidungnya)
grumpung, nyeprok, pesek, mlengkung
pesek, tidak mancung
12
Ilate (lidahnya)
cedhal
cadel, tidak fasih
13
Janggute (janggutnya)
nyathis
jarang, tipis
14
Kulite (kulitnya)
busik, mbekikis, belang
kusam bersisik; belang
15
Kupinge (telinganya)
budheg, njepiping, perung, dawir
tuli; robek/sumping
16
Lakune (berjalannya)
engkar, dhangkling, dhingklang, gejig, gloyoran, pincang
pincang, terseret-seret
17
Lambene (bibirnya)
gandhul, nyongor, ndomble, suwing, guwing
tebal menjuntai; sumbing
18
Mripate (matanya)
blawur, kera, lamur, mlolo, plolong, sinthir, wuta
buram; menonjol; buta
19
Pawakane (badannya)
kongel, kakong
kecil, lemah
20
Pilingane (sisi wajah)
belong
tidak simetris
21
Pipine (pipinya)
gembil, kempong, kempot, dhekik, klungsur, peyot, mining-mining
cekung, kempot, kendur
22
Pundhake (bahunya)
brojol, brujul
menonjol, tidak rata
23
Raine (wajahnya)
burik
berbintik bekas cacar
24
Rambute (rambutnya)
gimbal, brintik, nyambel wijen
menggimbal; jarang seperti wijen
25
Sikile (kakinya)
apus, impur, pengkor, dhingklang, dhengkling, gloyoran
bengkok, timpang
26
Sirahe (kepalanya)
buthak, benjo, nggandhen, pethak
botak; benjol; beruban putih
27
Swarane (suaranya)
bindheng, kemeng
sengau, tidak merdu
28
Tangane (tangannya)
bujel, ceko, kwaga, kedhe
bengkok; tidak lengkap
29
Tlapake (telapaknya)
ngingkal gerang
cekung melengkung
30
Untune (giginya)
gingsul, gugut, griwing, mringis, prongos, sanggar
tidak rata; menonjol; ompong
31
Watake (wataknya)
brangasan
pemarah, keras
32
Wentise (betisnya)
garing
kering, kecil
33
Wetenge (perutnya)
bekel, njemblung, njembling
buncit, kembung
34
Wudele (pusarnya)
bodong
menonjol keluar
35
Wulune (bulunya)
abang arang-arang
kemerahan dan jarang

🤍 Catatan Budi Pekerti (Penting!)

Sebelum menghafal daftar ini, mari kita pegang satu prinsip: istilah-istilah ini adalah khazanah bahasa untuk DIPERLAJARI, bukan untuk MENGEJEK.
Orang Jawa zaman dulu mencatat semua kondisi tubuh ini bukan untuk merendahkan, tapi karena bahasa mereka kaya dan teliti — setiap kondisi punya namanya sendiri. Tapi di zaman sekarang, memanggil seseorang dengan sebutan seperti "wuta", "budheg", "pincang", "burik" bisa sangat melukai hati.
Maka adabnya:
  • Pelajari istilah ini untuk tugas sekolah, sastra, dan memahami lakon wayang.
  • Jangan menggunakannya untuk memanggil atau meledek orang lain.
  • Ingat filosofi Jawa: "Ajining diri saka lathi" — harga diri seseorang terlihat dari mulutnya (kata-katanya).

📝 Tuladha Ukara (Contoh Kalimat)

  1. "Simbah wudele bodong wiwit lair." (Kakek pusarnya bodong sejak lahir.)
  2. "Adikku lakune pincang merga tiba saka wit." (Adikku jalannya pincang karena jatuh dari pohon.)
  3. "Rambute Pakdhe wis pethak kabeh." (Rambut Paman sudah putih semua.)

💡 Penutup: Bahasa yang Teliti, Hati yang Halus

Daftar 35 istilah ini membuktikan betapa telitinya bahasa Jawa mengamati tubuh manusia. Dan justru karena bahasa ini begitu kaya, ia menuntut pemakainya untuk semakin halus hatinya — bukan semakin tajam lidahnya.
Sugeng sinau, adik-adik! Hafalkan untuk ilmu, tapi gunakan kata-kata yang baik untuk sesama. 🤍

🙏 Catatan Rendah Hati dari Admin: Admin blog ini bukan guru bahasa Jawa dan bukan ahli sastra. Saya hanyalah penjaga toko yang merangkum materi ini dari buku-buku lama dan sumber bahasa Jawa terpercaya. Jika para guru, sesepuh, atau teman-teman menemukan arti yang berbeda di daerahnya, mohon sudi mengoreksi dengan lembut di kolom komentar. Matur nuwun!

Setelah kemarin ada postingan tentang Candrane Awak, sekarang tiba saatnya memposting kebalikannya, yaitu cacade awak. Cacade maksudnya adalah kejelekan dari anggota badan manusia.

Contohnya saja adaah dalam kalimat, Bathuke bocah kuwi kok nonong yo. Artinya adalah Kening anak itu kok nonong ya. Nonong artinya adalah muncul, mendongak.

Ada lagi, aku weroh wong cebol mlaku ngidul. Artinya adalah aku melihat orang cebol berjalan ke selatan. Cangkeme kok mecucu ae kenapa yo.

rambut

Berikut ini adalah cacade awah Basa Jawa.

1. bangkekane = mbembeng.
2. bathuke = manyul nonong.
3. bokonge = tepos, nyething.
4. brengose = crapang.
5. cangkeme = mecucu, mlongo, kokop, perot, nyaprut.
6. dhadhane = dhengkak, mingkus, dhadha manuk.
7. dedege = cebol.
8. drijine = bujel, kithing, siwil.
9. gegere bucu, dengek, sangkuk, wungkuk, wusu.
10. gulune = panggel.
11. guneme = bisu, groyok, pelo, pelat.
12. ilate = cedal.
13. irunge =grumpung, nyeprok, pesek, mlengkung.
14. janggute = nyathis.
15. kulite = mbekikis, belang.
16. kupinge = budheg, njepiping, perung.
17. lakune = dhangkling, dhingklang, gejig, gloyoran, ekar,pincang.
18. mripate = blawur, kero, juling, lamur, mloko, plolong, sintir, wuta.
19. pawakane = kongel, kakkong.
20. pilingane = belong.
21. pipine = gembil, kempong, kempot, dhekik, klungsur.
22. pundhake = brujul.
23. raine = burik.
24. rambute = gimbal, brintik, nyambel wijen.
25. sikile = apus, impur, pengkor.
26. sirahe = buthak, benjo, nggandhen, pethak.
27. swarane = bindheng, kemeng.
28. untune = gingsul, gugut, griwing, mringis, prongos.
29. tlapakane = ngungkal gerang.
30. tangane = ceko, kuwaga, kedhe.
31. wateke = brangasan.
32. wentise = garing.
33. wetenge = bekel, njemblung, njembling.
34. wudele = bodong.
35. wulune = abang arang-arang.

Ada istilah untu atau gigi gingsul dan gigi mrongos. Itu merupakan gigi yang tidak lumrah.
Tag : Kamus Jawa
1 Komentar untuk "35 Cacade Awak Basa Jawa Terlengkap [UPDATE 2026 + Arti Indonesia & Catatan Budi Pekerti]"

"Silakan berkomentar dengan santun dan bijak. Diskusi yang sehat dimulai dari hati yang lapang. Mohon jangan menyertakan link aktif di kolom komentar untuk menjaga kenyamanan bersama."

Back To Top