Surabaya,
Ada satu spesies yang nggak pernah punah di kampung ini, dan sepertinya nggak akan: tetangga yang tahu semuanya lebih dulu dari kamu sendiri.
Kamu belum cerita, dia sudah tahu. Kamu belum pulang, dia sudah tahu kamu pergi. Kamu belum jelasin apa-apa, dia sudah menyimpulkan — lengkap dengan catatan kaki.
"Breaking News" Kampung
Minggu lalu aku baru beli motor bekas. Transaksi selesai sore, motornya sampai rumah malam. Pagi harinya, waktu beli gorengan di warung, ibu warung bilang:
"Motor baru, to? DP-nya berapa?"
Aku membeku. Aku belum cerita ke siapa pun. Ternyata beritanya sudah keliling sejak malam, lengkap dengan versi "motor baru, tunai pula". Andai versi itu benar, Bu.
Jaringan informasi kampung memang lebih cepat dari push notification. Nggak butuh Wi-Fi — cukup satu orang yang kebetulan lihat di waktu yang tepat.
"Nanya Aja" Adalah Frasa Paling Berbahaya
Lalu ada kalimat klasik yang wajib diwaspadai: "nanya aja."
"Nanya aja, kemarin kamu ke mana?"
"Nanya aja, kerjanya sekarang apa?"
"Nanya aja, kapan nyusul?"
Pertanyaannya satu kalimat, tapi jawabannya butuh riwayat hidup. Dan kalau dijawab singkat, mereka tersinggung. Kalau dijawab panjang, itu jadi berita utama besok pagi.
Tapi Jujur, Kadang Aku Bersyukur Juga
Tapi ya — aku harus adil.
Tetangga yang "kepo" itu juga yang paling pertama kirimin bubur waktu aku cacar. Yang paling pertama minjemin perkakas waktu pagarku roboh. Yang paling pertama ngetuk pintu waktu aku lupa matikan mesin motor.
Ternyata kepo dan peduli itu sering kali dua sisi dari koin yang sama. Menyebalkan, iya. Tapi itu juga yang bikin kampung terasa hidup — kayak tinggal di satu cerita besar yang ditulis bareng-bareng.
Cara Aku Berdamai dengan Mereka
Setelah bertahun-tahun latihan, aku punya rumus: senyum, angguk, jawab singkat, jangan kasih bahan tambahan.
Dan satu lagi: terima. Tinggal di kampung berarti jadi bagian dari obrolan orang lain, sama seperti mereka jadi bagian dari obrolanku. Siapa tahu malam ini giliranku yang dibahas — semoga versi baiknya.
Penutup: Mereka Bukan Kepo, Mungkin Cuma Kesepian
Kalau di kampungmu juga ada "breaking news berjalan" seperti ini, jangan kesel dulu. Mungkin mereka cuma kesepian, dan bertanya adalah cara mereka merasa masih terlibat di hidup orang lain.
Dan kalau ternyata kamulah tetangga itu di kampungmu — nggak apa-apa bertanya. Tapi ingat: nggak semua pertanyaan butuh jawaban saat itu juga.
Cerita dong di komentar: pertanyaan "nanya aja" paling absurd yang pernah kamu terima apa? Kita ketawain bareng-bareng — pelan-pelan aja, biar nggak kedengaran tetangga. ☕
Kejawen Wetan — tempat pulang buat pikiran yang capek.
Tag :
Ngomong