Ayo nglestarekno Budoyo Jowo ben ora ilang Soko Bumi Nusantoro

-------

Contoh Tembung Rangkep Dwilingga Salin Swara Terlengkap [UPDATE 2026 + Arti & Tuladha Ukara]

🔥 CATATAN PENTING DARI ADMIN (Update Agustus 2026):
Artikel ini pertama kali saya tulis bertahun-tahun lalu dan alhamdulillah sudah dibaca lebih dari 392.000 orang. Matur nuwun sanget!
Dulu artikel ini hanya memuat 6 contoh. Sekarang saya lengkapi menjadi lebih dari 12 contoh, lengkap dengan kata dasar (lingga), artinya dalam bahasa Indonesia, dan tuladha ukara (contoh kalimat), supaya Bos sekalian tidak cuma hafal tapi juga paham cara memakainya. Monggo disimak!

📖 Apa Itu Dwilingga Salin Swara? (Segarkan Ingatan Dulu)

Tembung dwilingga salin swara adalah kata dasar (lingga) yang diulang secara utuh, tetapi huruf vokalnya berubah pada salah satu bagiannya. Perubahan vokal inilah yang membuatnya disebut "salin swara" (berganti suara).
Contoh paling gampang: wira-wiri. Kata dasarnya wiri, ketika dirangkep vokalnya berubah menjadi wira-wiri, bukan wiri-wiri.
Ilustrasi buku tulis lama dengan tulisan tangan contoh-contoh tembung dwilingga, pensil, dan secangkir teh di meja kayu.
"Bahasa Jawa itu hidup — masih dipakai setiap hari di pasar dan warung. 🤍"

📋 Tabel Lengkap 12+ Contoh Dwilingga Salin Swara + Artinya

No
Tembung
Lingga (Kata Dasar)
Artinya (Indonesia)
1
Wira-wiri
Wiri
Bolak-balik
2
Bola-bali
Bali
Berulang-ulang, berkali-kali
3
Gonta-ganti
Ganti
Berganti-gantian
4
Untag-unteg
Unteg
Gelisah, tidak bisa diam
5
Thingak-thinguk
Thinguk
Menoleh-nengok kebingungan / mencari-cari
6
Mloya-mlayu
Mlayu
Berlari-lari kecil / santai
7
Mloka-mlaku
Mlaku
Berjalan-jalan santai
8
Bengak-bengok
Bengok
Berteriak-teriak
9
Rono-rene / Mrana-mrene
Rene / Mrene
Ke sana ke mari
10
Ngguya-ngguyu
Ngguyu
Tertawa-tawa
11
Plirak-plirik
Plirik
Melirik-lirik
12
Meta-metu
Metu
Keluar-masuk berulang kali

✍️ Tuladha Ukara (Contoh Kalimat) + Artinya

Supaya tidak sekadar hafal, ini cara memakainya dalam kalimat:
  1. "Bapak wira-wiri nggoleki kunci motor sing ilang." (Bapak bolak-balik mencari kunci motor yang hilang.)
  2. "Adhik bola-bali takon bab dinosaurus nganti aku kehabisan jawaban." (Adik berulang-ulang bertanya tentang dinosaurus sampai aku kehabisan jawaban.)
  3. "Bocah iku untag-unteg wae, ora bisa lungguh anteng." (Anak itu gelisah terus, tidak bisa duduk diam.)
  4. "Simbah mloka-mlaku ing taman saben esuk supaya awake seger." (Nenek berjalan-jalan santai di taman setiap pagi agar badannya segar.)
  5. "Aja bengak-bengok ing njero omah, mengko adhik bayi tangi." (Jangan berteriak-teriak di dalam rumah, nanti adik bayi bangun.)
  6. "Dheweke thingak-thinguk nggoleki kancane sing janjian ing pasar." (Dia menoleh-nengok kebingungan mencari temannya yang janjian di pasar.)

🔍 Bedanya dengan Jenis Tembung Rangkep Lain

Biar tidak tertukar saat ujian atau mengajar, ini perbandingan singkatnya:
  • Dwilingga Padha Swara: diulang utuh, vokal tidak berubah. Contoh: omah-omah, bocah-bocah, watu-watu.
  • Dwilingga Salin Swara: diulang utuh, vokal berubah. Contoh: wira-wiri, bola-bali.
  • Dwipurwa: yang diulang hanya suku kata awalnya. Contoh: tetuku (tuku), lelungan (lunga).
Trik cepat menghafal: kalau bunyi depannya "berubah" (wira-wiri, bola-bali, bengak-bengok), hampir pasti itu salin swara.

💡 Penutup: Bahasa yang Hidup di Warung

Kata-kata seperti wira-wiri dan bengak-bengok sebenarnya masih hidup dan dipakai setiap hari di pasar, di warung, dan di rumah-rumah orang Jawa. Sayangnya, banyak anak muda yang memakainya tanpa tahu bahwa itu adalah "dwilingga salin swara".
Semoga tabel ini membantu para pelajar yang sedang mengerjakan tugas, para guru yang mencari bahan ajar, dan siapa saja yang ingin menjaga bahasa Jawa tetap hidup. Matur nuwun sudah mampir! 🤍

🙏 Catatan Rendah Hati dari Admin: Admin blog ini bukan guru bahasa Jawa, bukan ahli sastra, dan bukan budayawan. Saya hanyalah penjaga toko yang mencoba merangkum pelajaran ini dari buku-buku lama dan obrolan dengan sesepuh. Jika para guru, sesepuh, atau teman-teman yang lebih paham menemukan kekeliruan atau dialek yang berbeda, mohon sudi mengoreksi dengan lembut di kolom komentar. Saya akan belajar dengan senang hati.

Salin swara maknanya adalah suaranya berubah. Tembung dwilingga adalah kata data yang diulang.
Jadi tembung dwilingga salin swara adalah kata dasar yang diulang arau rangkap dan berubah bunyinya.

Contoh tembung dwilingga salin swara adalah:

1. wira-wiri.
2. bola-bali.
3. untag-unteg.
4. gonta-ganti.
5. thingak-thinguk.
6. mloya-mlayu.


sedangkan contoh kalimat antara lain adalah "bocah kuwi mloya-mlayu ngalor ngidul ora duwe kesel".

itulah contoh-contoh tembung dwilingga salin swara.

 Baca juga:

 Jenenge Pentil Buah-Buahan Basa Jawa

Tag : Kamus Jawa
0 Komentar untuk "Contoh Tembung Rangkep Dwilingga Salin Swara Terlengkap [UPDATE 2026 + Arti & Tuladha Ukara]"

"Silakan berkomentar dengan santun dan bijak. Diskusi yang sehat dimulai dari hati yang lapang. Mohon jangan menyertakan link aktif di kolom komentar untuk menjaga kenyamanan bersama."

Back To Top