Ayo nglestarekno Budoyo Jowo ben ora ilang Soko Bumi Nusantoro

Kangen Temen Kecil yang Udah Pindah, tapi Nggak Pernah Aku Bilang

Surabaya, 18 Agustus 2026
Ilustrasi cat air seorang pemuda duduk sendirian di bangku bambu kecil di gang kampung saat senja, memandang ruang kosong di sebelahnya, dengan dua gelas es jajanan di dingklik kayu dan sepeda tua bersandar di dinding.
Dulu bangku ini sempit buat berdua. Sekarang luas banget buat sendirian.
Aku nggak ingat terakhir kali kita ketemu. Dan justru itu yang paling bikin kesel — perpisahan ternyata nggak pernah pakai tanda-tanda.

Dulu Obrolan Kita Nggak Pernah Habis

Duduk di bangku bambu, kaki menjuntai, ngomongin komik sewaan dan rencana masa depan yang kalau diingat sekarang bikin senyum sendiri. Topiknya receh, tapi nggak pernah habis.
Aku nggak kepikiran bangku yang sama bakal terasa seluas ini.

Terus Kamu Pindah, dan Kita Jadi "Sibuk"

Awalnya masih telepon-telponan. Lama-lama pesan memendek, jadi ucapan hari raya, lalu cuma like di media sosial.
Nggak ada yang salah. Kita cuma kayak dua sepeda yang dulu sejajar, terus belok di pertigaan tanpa sempat pamitan.
Aku bahkan nggak nyimpen nomor barumu. Bukan nggak mau — takut canggung. Takut ditanya "apa kabar?" dan aku jawab dengan versi yang sudah kuhafal.

Kangen yang Datangnya Diam-Diam

Jadi beginilah caraku bilang: lewat blog, bukan lewat chat.
Aku kangen. Bukan yang dramatis. Lebih kayak — kalau lihat anak kecil megang es lilin, aku tiba-tiba ingat kamu. Kalau hujan dan bau tanah naik, aku ingat kita berteduh di teras warung.
Kangen model ini nggak minta disembuhkan. Dia cuma minta diakui: iya, orang ini dulu penting. Dan sampai sekarang masih.

Buat Kamu, di Mana Pun Sekarang

Kalau kamu baca ini: aku baik-baik aja. Beneran.
Dan kalau suatu hari lewat Kejawen Wetan lagi, bangku bambunya masih ada. Mungkin agak lapuk. Aku juga. Tapi aku mau banget duduk bareng kamu lagi, tanpa perlu topik. Duduk aja. Kayak dulu.
Buat kamu yang baca ini dan punya satu nama yang langsung muncul di kepala — mungkin hari ini hari yang pas buat ngirim pesan. Nggak usah berat. Cukup: "hei, tadi aku ingat kamu."
Udah. Itu aja.

Kejawen Wetan — tempat pulang buat pikiran yang capek.
Tag : Ngomong
Back To Top