🔥 CATATAN PENTING DARI ADMIN (Update Agustus 2026):Artikel ini pertama kali saya tulis bertahun-tahun lalu dan alhamdulillah sudah dibaca lebih dari 151.000 orang. Matur nuwun sanget!Dulu artikel ini hanya memuat 3 contoh singkat. Sekarang saya lengkapi dengan tabel aturan, dua tembang legendaris beserta arti per baris (termasuk "Amenangi Jaman Edan" karya Ranggawarsita), dan contoh karangan sederhana untuk latihan. Monggo disimak!
| "Sinom = daun muda. Tembang ini adalah nasihat leluhur untuk masa mudamu. 🌱" |
🌱 Segarkan Ingatan: Apa Itu Tembang Sinom?
Sinom secara harfiah berarti daun asam yang masih muda (godhong enom). Karena itu, tembang ini melambangkan masa muda — masa manusia yang sedang tumbuh dan beranjak dewasa
.
Watak tembang sinom: segar, ramah, dan penuh nasihat. Maka tidak heran, kebanyakan isi tembang sinom adalah wejangan untuk para pemuda: tentang belajar, menahan nafsu, dan bersikap eling-waspada.
📏 Aturan Baku (Pegangan Wajib!)
Rumus cepat: 8a 8i 8a 8i 7i 8u 7a 8i 12a.
📜 Contoh 1: "Nuladha Laku Utama" (Nasihat Meneladani Senopati)
Nuladha laku utama, (8a) Tumrape wong tanah Jawi, (8i) Wong agung ing Ngeksiganda, (8a) Panembahan Senopati, (8i) Kepati amarsudi, (7i) Sudaning hawa lan nepsu, (8u) Pinesu tapabrata, (7a) Tanapi siyang lan ratri, (8i) Amamangun karyenak tyasing sasama. (12a)
Arti per baris:
- Contohlah perilaku yang utama,
- bagi orang-orang di tanah Jawa.
- Orang besar di Ngeksiganda (Mataram),
- yaitu Panembahan Senopati,
- yang bersungguh-sungguh berusaha,
- menekan hawa nafsu dan angkara,
- memaksa diri menjalani tirakat,
- baik siang maupun malam,
- demi membangun ketenteraman hati sesama.
🌀 Contoh 2: "Amenangi Jaman Edan" (Ranggawarsita — Serat Kalatidha)
Inilah sinom paling terkenal sepanjang masa, karya pujangga besar Ranggawarsita
:
Amenangi jaman edan, (8a) Ewuh aya ing pambudi, (8i) Melu edan nora tahan, (8a) Yen tan melu anglakoni, (8i) Boya kaduman melik, (7i) Kaliren wekasanipun, (8u) Ndilalah karsa Allah, (7a) Begja-begjane kang lali, (8i) Luwih begja kang eling lawan waspada. (12a)
Arti per baris:
- Menyaksikan zaman yang edan (gila),
- serba sulit dan canggung untuk bertindak.
- Ikut gila, hati nurani tak sanggup;
- tapi jika tidak ikut melakukan,
- tidak akan kebagian rejeki,
- dan akhirnya kelaparan.
- Namun atas kehendak Allah,
- betapa pun beruntungnya orang yang lupa diri,
- masih lebih beruntung orang yang eling (ingat) dan waspada.
Pesan penutupnya adalah nasihat yang tak lekang zaman: di zaman sekacau apa pun, eling lan waspada adalah kemenangan sejati.
✍️ Contoh 3: Karangan Sederhana (Untuk Latihan)
Supaya tidak hanya menghafal, ini contoh sederhana yang saya karang sendiri mengikuti aturan sinom:
Sinaua saben dina, (8a) Ben dadi bocah sing lantip, (8i) Ngelmu iku dadi guna, (8a) Bekale urip pribadi, (8i) Aja getun lan meri, (7i) Sing penting sregep sinau, (8u) Tembe dadi wong guna, (7a) Migunani kang sesami, (8i) Urip iku kudu eling lan waspada. (12a)
Artinya: Belajarlah setiap hari agar menjadi anak yang cerdik; ilmu itu menjadi bekal hidup sendiri; jangan menyesal dan iri; yang penting rajin belajar; kelak menjadi orang yang berguna bagi sesama; hidup itu harus eling dan waspada.
💡 Tips Menghafal & Membuat Sinom
- Hafalkan polanya seperti lagu: 8a-8i-8a-8i-7i-8u-7a-8i-12a. Ucapkan berirama seperti mengetuk meja.
- Baris terakhir selalu 12a — biasanya ini baris "punchline" berisi pesan utama.
- Kalau suku kata kurang/lebih, ganti kata sinonim: omah (2) → griya (2) → dalem (2).
- Bandingkan dengan pucung: pucung hanya 4 baris (12u-6a-8i-12a), sinom 9 baris. Jangan tertukar saat ujian!
💡 Penutup: Nasihat dari Daun Muda
Sinom mengajarkan bahwa masa muda bukan masa untuk dihamburkan, tapi untuk belajar meneladani yang utama — seperti Senopati yang menekan nafsu, dan seperti pesan Ranggawarsita: di zaman edan sekalipun, tetaplah eling dan waspada.
Sugeng sinau, adik-adik! Semoga tembang-tembang leluhur ini tetap hidup di hati kalian. 🤍
🙏 Catatan Rendah Hati dari Admin: Admin blog ini bukan guru bahasa Jawa, bukan ahli sastra, dan bukan budayawan. Saya hanyalah penjaga toko yang belajar dari buku-buku lama dan sesepuh. Jika para guru, sesepuh, atau teman-teman yang lebih paham menemukan kekeliruan hitungan atau makna, mohon sudi mengoreksi dengan lembut di kolom komentar. Matur nuwun!
Dan di sini ada beberapa contoh tembang inom yang perlu diketahui oleh semuanya untuk mwnambah ilmu pengetahuan kita tentang tembang-tembang Jawa.
Iki 3 contone tembang sinom.
Contoh 1.
Mangetan sigra lumampah.
Urut pinggiring pesisir.
Wiwit king pesisir wus prapti.
Sidamulya kang iki.
Klebet lorok tlatahipun.
Bawur ing sisih wetan.
Pesisir Taman raneki.
Sanggya karya suka lelangening driya.
Contoh 2.
Guwa Clangap ing Tulakan.
Sudimara Guwa Kambil.
Papringan ing Ngadirejo.
Somopura tambah malih.
Giri Tundha anenggih.
Sisih elor Guwo Penthung.
Kang manggen ing Tulakan.
Jumbuh lan ingkang den rawi.
Kang kasusra Pacitan ing Sewu Guwa.
Contoh 3.
Mangaler pariwisata.
Prapteng tlatah Arjosari.
Ing sendhang Tirta Husada.
Toya anget handayani.
Usadaning sesakit.
Seger sumyah raosipun.
Ing dhusun Karangreja.
Siram eca kang sinambi.
Anjangsana ngiras ngupaya usada.
Tag :
Kamus Jawa