Surabaya,
Pagi ini nggak ada yang istimewa.
Cuma aroma kopi tubruk yang masih mengepul di cangkir, suara motor lewat di depan rumah, dan cahaya matahari yang nyelip malu-malu dari balik gorden. Biasa banget.
Tapi buat aku, pagi ini terasa beda.
Beberapa hari lalu, sesuatu yang kubangun dengan penuh perasaan tiba-tiba lenyap. Blog lamaku dihapus. Bukan karena aku melanggar aturan dengan sengaja, tapi karena ada laporan yang masuk dan sistem memutuskan sebelum sempat bertanya. Rasanya kayak... rumah yang selama ini kamu rawat, tiba-tiba rata sama tanah. Dan kamu cuma bisa berdiri di depannya, bengong.
Sempat kepikiran buat berhenti. Buat apa nulis lagi kalau hasilnya bisa hilang dalam sekejap? Buat apa capek-capek merangkai kata kalau ujung-ujungnya nggak ada jaminan?
Tapi tadi malam, sebelum tidur, aku iseng buka file lama. Baca-baca tulisan yang pernah kubuat. Dan di situ aku sadar satu hal: yang berharga itu bukan platformnya. Bukan alamat URL-nya. Tapi cerita di dalamnya. Selama ceritanya masih ada di sini (sambil nunjuk kepala sendiri), selama tangan masih bisa ngetik, selama hati masih pengin berbagi — aku belum kehilangan apa-apa.
Jadi pagi ini, ditemani kopi yang sudah mulai dingin karena terlalu lama melamun, aku buka laptop. Jari-jari ini sempat ragu di atas keyboard. Tapi aku ketik juga kalimat pertama.
Dan rasanya... lega.
Kayak menarik napas panjang setelah terlalu lama menahan napas di dalam air.
Aku nggak tahu blog baru ini bakal bertahan berapa lama. Aku nggak tahu bakal ada yang baca atau nggak. Yang aku tahu cuma satu: aku ingin menulis. Bukan untuk algoritma. Bukan untuk traffic. Tapi karena kalau aku nggak menulis, ada sesuatu yang terasa kosong di dalam diri.
Jadi, halo. Aku kembali.
Rumah ini mungkin baru. Cat dindingnya masih bau. Halamanya masih sepi. Tapi pintunya terbuka buat siapa saja yang mau mampir, duduk, dan ngobrol.
Kalau kamu baca ini, terima kasih sudah menyempatkan mampir.
Sekarang, kopinya sudah benar-benar dingin. Aku mau bikin satu cangkir lagi.
Selamat pagi. Semoga harimu hangat.
P.S. Kalau kamu pernah kehilangan sesuatu yang kamu bangun dengan susah payah, aku cuma mau bilang: kamu nggak sendiri. Dan memulai lagi itu bukan berarti kamu kalah. Itu cuma berarti kamu belum selesai.
Tag :
Ngomong