Ayo nglestarekno Budoyo Jowo ben ora ilang Soko Bumi Nusantoro

-------

Arti Tedak Siten Bayi 7 Bulan: Tradisi Jawa Mudun Tanah di Gresik dan Makna Mendalamnya

Bayi 7 bulan mengikuti tradisi Jawa tedak siten mudun tanah turun tangga tebu di Gresik Jawa Timur
Tradisi Tedak Siten atau Mudun Tanah, prosesi adat Jawa saat bayi usia 7 bulan pertama kali menyentuh tanah.

Jam 05.00 subuh warung saya di Gresik sudah buka, lampu LED Philips 18 watt nyala. Ada ibu-ibu langganan mampir beli gula, cerita besok mau syukuran tedak siten anaknya. Saya yang jaga warung dari jam 05.00 sampai 22.00 cuma manggut-manggut, padahal jujur belum paham dalam arti tedak siten itu apa.

Akhirnya saya tanya ke Mbah Kromo, 78 tahun, mantan malang - polisi desa zaman dulu yang sekarang disebut hansip. Mbah Kromo dulu pernah jadi malang yang jaga acara adat di kampung. Jare Mbah, "Le, tedak siten itu mudun lemah. Anak dikenalke sama bumi."

Di warung kelontong, istilah Jawa itu sering terdengar. Ada yang bilang tedhak siten, ada yang bilang tingkeban mudun tanah. Semua sama. Ini tradisi penting buat wong Jawa, terutama saat bayi umur 7 lapan atau sekitar 245 hari, usia 7-8 bulan saat mulai belajar berdiri.

Saya tulis diary siang ini sebelum istirahat, mumpung laptop Toshiba Satellite L755 sudah adem diganjal tutup botol Aqua dan dikipasi kipas warung. Biar kalau ada yang tanya di warung, saya bisa jawab. Ono wong moco, oleh manfaat, dadi ganjaran.

Apa Arti dan Prosesi Tedak Siten?

1. Arti Katanya: Tedak = Mudun, Siten = Lemah. Jadi tedak siten artinya mudun tanah, proses pertama kali bayi diturunkan menyentuh tanah. Dalam kepercayaan Jawa, manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Maka bayi dikenalkan dulu sama asalnya. Biar kelak kalau sudah besar, eling asale, tidak sombong, langkahnya napak di bumi. Gedhogan itu omahe jaran, kalau bayi itu omahe di bumi.

2. Prosesi Adat di Gresik: Naik Turun Tangga Tebu. Biasanya dibuatkan 7 anak tangga dari batang tebu wulung yang dihias janur. Bayi digendong ibu naik turun tangga itu. Habis itu menginjak tanah atau pasir, dimandikan air kembang setaman. Terus ada prosesi paling seru: bayi disuruh memilih benda di atas tampah. Ada buku, padi, perhiasan emas, mainan dokter, uang. Pilihan bayi dipercaya jadi isyarat cita-citanya kelak. Slamet kenek proyek Manyar kemarin milih meteran, katanya bapaknya tukang.

3. Makna Mendalam: Doa dan Sedekah Udhik-Udhik. Setelah memilih, biasanya ada acara sebar udhik-udhik, yaitu menabur beras kuning campur uang receh, permen, yang direbut anak-anak kecil sekitar. Maknanya sedekah dan berbagi kebahagiaan. Doanya supaya rezeki anak lancar, langkahnya kuat tidak gampang tibo, dan dijauhkan dari bahaya. Pak Haji yang kemarin gula darahnya 380 juga pernah bilang, tradisi itu doa orang tua yang dibungkus budaya.

Penutup: Tradisi yang Harus Dijaga

Jam 12.30 warung sepi, saya jadi mikir. Zaman sekarang banyak yang sudah lupa arti tedak siten, dianggap kuno. Padahal nilainya dalam. Bukan soal klenik, tapi soal syukur dan pengingat bahwa anak itu titipan yang harus dikenalkan sama bumi.

Di Gresik, Manyar, sampai sekarang masih banyak yang menggelar. Bahkan di perumahan baru pun masih pakai. Snack dan berkatnya biasanya pesan di warung-warung kayak punya saya. Jadi warung ikut kebagian berkah adat.

Kalau sampeyan bulan depan ada acara tedak siten, tidak perlu mewah. Yang penting doa, syukur, dan ngundang tetangga. Ono wong moco, oleh manfaat, dadi ganjaran. Semoga bermanfaat ya, Lur.

Catatan Kamus Leluhur Warung:
- Gedhogan = omahe jaran / kandang kuda / istal (bukan gedhongan)
- Malang = polisi desa zaman dulu, sekarang disebut hansip

Disclaimer Warung Saleho Jatimku: Saya bukan ahli budaya, bukan sesepuh adat. Saya hanya pemerhati dan penjaga warung kelontong di Gresik buka jam 05.00-22.00 dengan lampu LED Philips 18 watt. Artikel tentang arti tedak siten ini saya garap dibantu AI untuk merangkai kata, sudah saya cek dan edit sendiri sesuai cerita Mbah Kromo dan pengalaman di warung. Tujuannya berbagi dan amal jariyah, bukan panduan adat resmi. Untuk tata cara lengkap, silakan tanya sesepuh atau budayawan di desa masing-masing.

Tag : Kamus Jawa
0 Komentar untuk "Arti Tedak Siten Bayi 7 Bulan: Tradisi Jawa Mudun Tanah di Gresik dan Makna Mendalamnya"

"Silakan berkomentar dengan santun dan bijak. Diskusi yang sehat dimulai dari hati yang lapang. Mohon jangan menyertakan link aktif di kolom komentar untuk menjaga kenyamanan bersama."

Back To Top