Ayo nglestarekno Budoyo Jowo ben ora ilang Soko Bumi Nusantoro

-------

Bahasa Jawanya Sayang: Tresna, Demen, atau Kasih? Ini Bedanya

Dalam bahasa Indonesia, satu kata "sayang" harus menanggung banyak beban: sayang ke pacar, sayang ke ibu, sampai sayang karena makanan terbuang. Bahasa Jawa tidak begitu. Bahasa Jawa teliti soal perasaan — setiap nuansa punya rumahnya sendiri.
Maka kalau kamu bertanya "bahasa Jawanya sayang apa?", jawabannya: tergantung sayang yang mana. Mari kita bedah satu per satu.
Ilustrasi kasih sayang: dua tangan yang saling menggenggam, simbol tresna dalam bahasa Jawa
Ilustrasi kasih sayang: dua tangan yang saling menggenggam, simbol tresna dalam bahasa Jawa

1. Demen (Krama: Remen) — "Suka" yang Ringan

Demen artinya suka, gemar, atau tertarik. Ini tingkat perasaan yang masih ringan — belum cinta, tapi sudah lebih dari sekadar kenal.
  • "Aku demen karo kowe." — Aku suka sama kamu.
  • Bentuk kramanya: remen. "Kula remen sanget." — Saya sangat suka.
Kalau perasaanmu masih di tahap "senyum-senyum sendiri kalau dia lewat", kata yang tepat adalah demen. Jangan buru-buru pakai tresna — bahasa Jawa tidak suka perasaan yang dilebih-lebihkan.

2. Tresna — Cinta yang Dalam

Tresna (sering juga dilafalkan tresno) artinya cinta, kasih yang dalam. Ini kata untuk perasaan yang serius: cinta ke pasangan, cinta ke keluarga, cinta ke tanah kelahiran.
  • "Aku tresna karo kowe." — Aku cinta kamu.
  • Kata kerjanya: nresnani = mencintai. "Dheweke nresnani kulawargane luwih saka apa wae."
Tresna bukan kata yang diucapkan sembarangan. Justru karena itulah, ketika diucapkan, bobotnya terasa benar.

3. Welas Asih / Asih / Sih — Kasih Sayang yang Lembut

Kalau tresna adalah cinta, maka welas asih adalah kasih sayang yang lembut dan penuh welas — jenis sayang yang biasanya mengalir dari orang tua ke anak, atau antar sesama manusia.
  • "Welas asihe ibu ora ana enteke." — Kasih sayang ibu tidak ada habisnya.
  • Dalam ragam halus, kata sih sering muncul: "kaparingan sih" = diberi kasih.
Ini "sayang" yang tidak berapi-api, tapi hangat — seperti lampu minyak di ruang tengah.

4. Eman — Sayang dalam Arti "Berat Hati"

Nah, ini nuansa yang unik. Eman adalah sayang dalam arti terlalu, berat hati, tiada rela. Bukan cinta, melainkan rasa tiếc melihat sesuatu yang berharga disia-siakan.
  • "Eman yen dibuang." — Sayang kalau dibuang.
  • Eman-eman = merawat baik-baik karena berharga.
Bahasa Jawa memisahkan "cinta" dan "rasa tiếc" ke dua kata berbeda. Mungkin karena keduanya memang perasaan yang berbeda, walau sama-sama bikin dada sesak.

Bonus: Kalau Memanggil Pasangan "Sayang", Bagaimana?

Zaman dulu, pasangan Jawa tidak saling memanggil "sayang". Mereka memakai sapaan kakang (istri ke suami) dan dik / adhi (suami ke istri), atau mbok ayu. Romantisnya tidak kalah — justru penuh tata krama dan kehangatan.

Kamus Kilat: Tabel Ringkas

Kata
Ragam
Arti Indonesia
Demen
Ngoko
suka, gemar
Remen
Krama
suka, gemar
Tresna
Ngoko–Krama
cinta, kasih
Nresnani
Kata kerja
mencintai
Welas asih
kasih sayang, cinta kasih
Eman
Ngoko
sayang (berat hati/tiada rela)
Kangen
rindu
Tag : Kamus Jawa
0 Komentar untuk "Bahasa Jawanya Sayang: Tresna, Demen, atau Kasih? Ini Bedanya"

"Silakan berkomentar dengan santun dan bijak. Diskusi yang sehat dimulai dari hati yang lapang. Mohon jangan menyertakan link aktif di kolom komentar untuk menjaga kenyamanan bersama."

Back To Top