Sby, 25 Juni 2026
Oleh: Tim Kejawen Wetan
Pendahuluan
Bahasa Jawa dikenal sebagai salah satu bahasa yang kaya akan ungkapan kiasan dan metafora. Salah satu kekayaan linguistik tersebut adalah Tembung Entar – sebuah bentuk ekspresi bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan untuk menyampaikan makna yang lebih dalam daripada arti harfiahnya. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu tembung entar, jenis-jenisnya, serta contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Tembung Entar?
Tembung Entar (dalam bahasa Jawa) atau kata kiasan adalah ungkapan yang menggunakan kata-kata dengan makna tidak sebenarnya (konotatif). Kata "entar" sendiri berarti kiasan atau metafora. Tembung entar digunakan untuk memperindah bahasa, menyampaikan pesan secara tidak langsung, atau memberikan penekanan tertentu pada suatu pernyataan.
Berbeda dengan bahasa literal yang langsung pada intinya, tembung entar memerlukan pemahaman budaya dan konteks untuk dapat mengartikannya dengan benar. Inilah yang membuat tembung entar menjadi menarik sekaligus menantang bagi pembelajar bahasa Jawa.
Jenis-Jenis Tembung Entar
1. Tembung Entar Garba
Ungkapan yang menyamakan sesuatu dengan hal lain untuk memberikan gambaran yang lebih hidup.
Contoh:
- "Atine atos kaya watu" (Hatinya keras seperti batu) = Orang yang tidak punya belas kasihan
- "Rambuté ireng kaya wulu macan" (Rambutnya hitam seperti bulu macan) = Rambut yang sangat hitam dan lebat
2. Tembung Entar Saloka
Ungkapan yang menggunakan nama binatang atau benda untuk menggambarkan sifat manusia.
Contoh:
- "Kaya macan luwe" (Seperti macan lapar) = Orang yang sangat lapar atau rakus
- "Kaya pitik keilangen induke" (Seperti ayam kehilangan induknya) = Orang yang bingung dan tidak punya pegangan
3. Tembung Entar Paribasan
Ungkapan tetap yang sudah baku dan memiliki makna tertentu.
Contoh:
- "Adigang, adigung, adiguna" = Mengandalkan kekuatan, kekuasaan, dan kepandaian
- "Becik ketitik ala ketara" = Perbuatan baik akan terlihat, perbuatan jahat akan ketahuan
4. Tembung Entar Bebasan
Ungkapan yang menggambarkan keadaan atau sifat seseorang.
Contoh:
- "Cucuk empyak" (Mulut terbuka lebar) = Orang yang tidak bisa menyimpan rahasia
- "Tangan dawa" (Tangan panjang) = Suka mencuri
Contoh Tembung Entar dalam Percakapan Sehari-hari
Contoh 1:
A: "Lho, kok si Budi ora teka rapat?"
B: "Wah, dheweke lagi sakit ati karo keputusan kuwi."
(sakit ati = sakit hati/kecewa, bukan sakit fisik)
B: "Wah, dheweke lagi sakit ati karo keputusan kuwi."
(sakit ati = sakit hati/kecewa, bukan sakit fisik)
Contoh 2:
A: "Kepriye kerjasamu karo Pak Lurah?"
B: "Alhamdulillah, aku dijupuk tangan tengené."
(tangan tengen = tangan kanan/orang kepercayaan)
B: "Alhamdulillah, aku dijupuk tangan tengené."
(tangan tengen = tangan kanan/orang kepercayaan)
Contoh 3:
A: "Aja percaya karo wong kuwi."
B: "Lha, keneng apa?"
A: "Wong kuwi cucuké landhep, seneng nggunjing."
(cucuk landhep = lidah tajam/suka menyakiti dengan perkataan)
B: "Lha, keneng apa?"
A: "Wong kuwi cucuké landhep, seneng nggunjing."
(cucuk landhep = lidah tajam/suka menyakiti dengan perkataan)
Daftar Tembung Entar Populer dan Maknanya
Manfaat Mempelajari Tembung Entar
- Memperkaya Kosakata – Menambah perbendaharaan kata bahasa Jawa dengan nuansa yang lebih dalam
- Memahami Budaya – Tembung entar mencerminkan nilai-nilai dan kearifan lokal masyarakat Jawa
- Komunikasi Lebih Halus – Memungkinkan penyampaian pesan secara tidak langsung dan lebih sopan
- Melatih Berpikir Kritis – Memerlukan pemahaman konteks dan interpretasi makna
- Melestarikan Bahasa – Menjaga kelestarian bahasa Jawa di era modern
Tips Menggunakan Tembung Entar
✅ Pahami Konteks – Pastikan penggunaan tembung entar sesuai dengan situasi dan lawan bicara
✅ Perhatikan Tingkatan Bahasa – Sesuaikan dengan ngoko, krama, atau krama inggil
✅ Jangan Terlalu Sering – Gunakan secukupnya agar komunikasi tetap efektif
✅ Pelajari Maknanya – Pastikan Anda memahami makna sebenarnya sebelum menggunakan
✅ Latihan Terus – Semakin sering digunakan, semakin mahir Anda
✅ Perhatikan Tingkatan Bahasa – Sesuaikan dengan ngoko, krama, atau krama inggil
✅ Jangan Terlalu Sering – Gunakan secukupnya agar komunikasi tetap efektif
✅ Pelajari Maknanya – Pastikan Anda memahami makna sebenarnya sebelum menggunakan
✅ Latihan Terus – Semakin sering digunakan, semakin mahir Anda
Penutup
Tembung entar adalah salah satu permata tersembunyi dalam khazanah bahasa Jawa. Melalui ungkapan-ungkapan kiasan ini, kita tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga menyelami filosofi, nilai-nilai kehidupan, dan cara berpikir masyarakat Jawa yang penuh dengan kehalusan budi dan kedalaman makna.
Di tengah arus globalisasi dan pergeseran bahasa, penting bagi kita untuk terus melestarikan dan mempelajari tembung entar agar kekayaan budaya ini tidak punah ditelan zaman. Mari kita jaga warisan leluhur ini dengan terus menggunakan dan mengajarkannya kepada generasi muda.
"Ngudi basa Jawa, nguri-uri kabudayan"
(Mempelajari bahasa Jawa, melestarikan kebudayaan)
(Mempelajari bahasa Jawa, melestarikan kebudayaan)
Referensi & Bacaan Lebih Lanjut:
- Poerwadarminta, W.J.S. Basa Jawa
- Pusat Bahasa Jawa Daerah Istimewa Yogyakarta
- Dokumentasi Sastra Lisan Jawa
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mendalami keindahan bahasa Jawa. Sugeng sinau! (Selamat belajar!)
Tag :
Kamus Jawa