Ayo nglestarekno Budoyo Jowo ben ora ilang Soko Bumi Nusantoro

Saat Melirikmu di Kantor Waktu Itu

Surabaya, Juli 2026

Ih, Saat Melirikmu di Kantor Waktu Itu

Kantor seharusnya menjadi tempat yang serius. Penuh dengan deadline, meeting, dan tumpukan dokumen yang tak ada habisnya. Tapi siapa sangka, di tengah hiruk-pikuk dunia profesional itulah, hatiku justru sibuk memikirkan hal lain yang jauh lebih penting: kamu.
Aku masih ingat jelas hari itu. Rabu pagi, jam 10.30. Kamu duduk di meja seberang, fokus pada layar laptop dengan kacamata yang sesekali kau dorong ke atas hidung. Sinar matahari pagi masuk melalui jendela kantor, menciptakan siluet sempurna di sekitarmu. Dan aku? Aku pura-pura membaca email sambil sebenarnya hanya menatapmu dari sudut mata.
Ada sesuatu yang membuatku tak bisa berpaling. Mungkin caramu mengetik dengan serius. Mungkin senyum kecil yang muncul saat kamu membaca sesuatu di layar. Atau mungkin sekadar cara kamu menyesap kopi sambil memandang keluar jendela, seolah sedang memikirkan hal-hal besar yang akan mengubah dunia.
"Kenapa melirik-lirik terus?" tanyamu tiba-tiba, membuatku hampir menjatuhkan mouse.
Aku terdiam, wajah memanas. "Nggak, cuma... lagi mikirin presentasi," bohongku dengan buruk.
Kamu tertawa. Tawa yang ternyata bisa membuat seluruh ruangan terasa lebih terang. "Padahal dari tadi aku notice kamu lihatin aku terus."
Dan di detik itulah aku sadar. Rahasianya ketahuan. Tapi anehnya, aku justru merasa lega. Karena mungkin, hanya mungkin, kamu juga memperhatikan aku.
Sejak hari itu, setiap lirikan di kantor bukan lagi sesuatu yang harus disembunyikan. Ia menjadi bahasa rahasia kami. Tatapan singkat di lorong kantor. Senyum yang saling bertukar saat meeting. Dan kopi yang selalu kita pesan berdua di jam istirahat.
Ternyata, jatuh cinta di kantor itu sederhana. Dimulai dari lirikan-lirikan kecil yang akhirnya berani menjadi tatapan. Dari "selamat pagi" yang canggung menjadi "pulang bareng?" yang penuh harap.
Dan aku bersyukur, hari itu aku berani melirikmu. Karena kalau tidak, mungkin aku akan kehilangan kesempatan terbaik dalam hidupku.
Buatmu yang di sana semoga sehat selalu.
Tag : Ngomong
Back To Top